Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Jakarta , Bogor , Depok , Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) karena telah terjadi pelanggaran terhadap kebijakan pengendalian BBM bersubsidi.
Semakin tahun jumlah kendaraan di Indonesia terus meningkat, akibatnya jalanan dipadati oleh kendaraan dan kendaraan tersebut pasti memerlukan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tidak sedikit masyarakat yang mampu membeli BBM bersubsidi yang semestinya untuk masyarakat menengah kebawah. Bahkan pemerintah sudah 2 kali mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi. Hal yang sama juga terlihat di SPBU KM 10 tol Jakarta - Bogor. Antrean kendaraan sangat panjang meskipun dispenser yang ada dipakai semua. Kelangkaan mulai terjadi sejak Jumat (23/11/2012) dan terjadi merata di Jabodetabek. Jika pun BBM bersubsidi dijual di SPBU , pasokannya sangat terbatas. Salah satu petugas SPBU mengatakan, pasokan premium sudah sangat terbatas.
Artinya telah terjadi kelebihan penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi kelebihan kuota sampai akhir 2012. kekosongan bbm bisa disebabkan terlambatnya pemasokan ke spbu , bisa juga bbm itu timbun dan dislewengkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab (ingin menguntungkan dirisendiri ) , terus meningkatnya kebutuhan akan bbm ini karena semakin banyak kendaraan , terjadinya macet dimana - mana sehingga menguras bahan bakar yang banyak dan banyak juga kendaraan yang mewah menggunakan premium ini mungkin salah satu dapat terjadinya kelangkaan bbm. Bahkan sebelumnya isu yang beredar bahwah pada awal desember stok premium akan habis , saat ini pemerintah sudah menambahkan kuota bbm bersubsidi , kuota terus ditambah namum bbm juga cepat habis pemerintah mengatakan kalau 30 persen bbm dicuri orang sementara 70 persen dikonsumsi orang kaya. Berbagai opsi sudah banyak diumumkan mulai daripembatasan jumlah pembelian bbm bersubsidi , melarang mobil mewah diatas tahun 2004 dan bermesin diatas 1.500 cc menggunakan bbm berubsidi , menaikan harga bbm bersubsidi , kendaaraan umum(angkutan) mengkonversikan dari bbm ke bbg. Namun cara ini semua belum trealisasikan.
Jika mengacu pada surat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, penyaluran BBM bersubsidi dilakukan dengan membagi sisa kuota masing-masing daerah dengan jumlah hari yang tersisa mulai 19 November hingga 31 Desember 2012.
Sumber : http://www.imq21.com/news/read/107521/20121126/111601/Kelangkaan-BBM-Bersubsidi-Akibat-Kelalaian-Pertamina.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar