| Keadaan lalu lintas sekitar Bndaran HI lumpuh akibat Banjir |
Banjir di Jakarta kemarin seharusnya tidak lebih parah dibanding peristiwa banjir tahun 2007 karena curah hujan yang turun tidaklah sebesar sebelumnya, disamping sudah ada / beroperasinya Banjir Kanal Timur, tapi jebolnya tanggul Latuharhary yang mengakses Banjir Kanal Barat mengakibatkan luapan air melimpah di sepanjang jalan protokol Thamrin-Sudirman bahkan istana kepresidenan pun kebagian limpahan air tersebut. Ini memperlihatkan betapa lemahnya usaha mengatasi banjir. Peristiwa darurat banjir kemarin biarlah menjadi peringatan bagi semua pihak baik pemda dengan mulai serius mengambil langkah perbaikan besar bukan sekadar tambal sulam, pemerintah pusat dengan mendukung secara politik maupun finansial usaha yang akan dilakukan pemda, warga masyarakat dengan menjaga lingkungan yang bersih dan indah. Kita berharap gubernur Jokowi tidak ragu menerapkan langkah perbaikan yang direncanakan dan menantikan Jakarta yang baru, bukan yang saban tahun mengalami banjir dan kemacetan yang menggila. Bukankah itu slogan kampanye Jokowi-Basuki, mari kita dukung supaya terwujud!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan, kebijakan tanggap darurat diberlakukan di Jakarta mulai 17 Januari sampai tanggal 27 Januari nanti, menyusul banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal ini diputuskan dalam rapat lintas sektoral bersama sejumlah menteri terkait dan Kepala BNPB di Balaikota Jakarta. Menurut Joko Widodo, tanggap darurat diberlakukan karena intensitas hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi sampai pekan depan.
Dalam waktu dekat, Jokowi menyatakan akan segera mengeluarkan surat resmi tanggap darurat. Kebijakan tanggap darurat ini, menurutnya, dibutuhkan agar upaya penanggulangan dampak banjir dapat dilakukan dengan cepat, utamanya untuk kebutuhan jangka pendek. Namun dilain sisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepentingan dan keselamatan rakyat diutamakan dalam upaya penanganan banjir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar