Tawuran pelajar antar sekolah sepertinya sudah menjadi noda hitam di dunia pendidikan Indonesia. Tawuran seakan dilestarikan sebagai warisan budaya, diwariskan dari satu angkatan pelajar senior ke juniornya selama bertahun-tahun. Tewasnya pelajar sekolah yang di akibatkan oleh tawuran mengundang perhatian dari sejumlah pihak. Untuk mencegah terjadinya tawuran antar pelajar antar sekolah ini, Mendiknas akan membentuk satgas khusus. Satgas khusus ini untuk mengawasi pelajar dari dua sekolah yang bertetangga tersebut. Pembentukan satgas ini untuk menjadikan sekolah yang harmonis. Berbagai cara untuk meredam peningkatan kasus tawuran memang tengah diupayakan terutama dari pihak sekolah. Sejauh ini pihak sekolah telah didaulat untuk mengantisipasi tawuran mulai dari penegasan peraturan sekolah, upaya penambahan ekstrakurikuler sekolah, kompetisi olahraga antar sekolah, hingga saran untuk penghapusan seragam sekolah. Terlepas dari peran aktif sekolah, peran orang tua juga perlu diprioritaskan dalam upaya mengatasi tawuran pelajar.
Tawuran antar siswa serasa menjadi ajang kesenangan atau hobi para siswa yang tidak memiliki kesungguhan dalam belajar. Mereka menjadikan tawuran untuk menunjukkan jati diri mereka. Banyak siswa yang terlibat tawuran tidak ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler apapun. Mereka tidak memiliki tujuan positif. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhhan ketegasan dari aparatur baik kepolisian maupun satpol PP yang mempunyai kewenangan untuk menggunakan mengatasi hal tersebut. Penggunaan hukum untuk mengatasi merupakan satu pilihan untuk memberikan syok terapi bagi para pelaku yang mengganggu ketertiban di jalanan termasuk merusak barang milik orang lain.
Tawuran antar siswa serasa menjadi ajang kesenangan atau hobi para siswa yang tidak memiliki kesungguhan dalam belajar. Mereka menjadikan tawuran untuk menunjukkan jati diri mereka. Banyak siswa yang terlibat tawuran tidak ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler apapun. Mereka tidak memiliki tujuan positif. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhhan ketegasan dari aparatur baik kepolisian maupun satpol PP yang mempunyai kewenangan untuk menggunakan mengatasi hal tersebut. Penggunaan hukum untuk mengatasi merupakan satu pilihan untuk memberikan syok terapi bagi para pelaku yang mengganggu ketertiban di jalanan termasuk merusak barang milik orang lain.
Rencana pembentukan desk khusus ini disampaikan Mendiknas, Muhammad Nuh, usai mengikuti konfrensi pers di SMA Negeri Jakarta, menyusul aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar SMA. Desk tersebut dibentuk dibawah Dirjen Pendidikan Menengah Kemendiknas. Adapun tugasnya untuk mengawasi kegiatan siswa dari kedua sekolah yang berulangkali terlibat tawuran, sehingga siswa kedua sekolah tersebut tercipta keharmonisan.
Pendidikan dalam keluarga sangat penting sebagai landasan dasar yang membentuk karakter anak sejak awal. Peran orang tua tidak hanya sebatas menanamkan norma-norma kehidupan sejak dini. Mereka harus terus berperan aktif, terutama pada saat anak-anak menginjak usia remaja, di mana anak-anak ini mulai mencari jati diri. Bagaimana orang tua dapat berperan aktif ? Orang tua mesti senantiasa menjaga komunikasi, keharmonisan keluarga serta membentengi mereka dengan pendidikan agama yang benar.
1. Menjalin komunikasi yang baik.
Kenyataan di masa sekarang bahwa orang tua terlalu sibuk bekerja hingga anak-anak ini kehilangan figur orang tua mereka. Berprilaku sopan,baik,adil dan tidak merendahkan orang lain.
2. Menjaga keharmonisan keluarga.
Emosi anak-anak usia remaja sangatlah labil. Untuk itu, anda harus pandai-pandai menjaga emosi anak. Usahakan untuk tidak mendikte atau mengekang anak selama yang dilakukannya masih positif. Menyelesaikan masalah harus mencermati bagaimana terjadinya masalah dan dengan cara.
3. Memberi pendekatan agama yang benar.
Pendidikan agama dalam keluarga juga berperan penting dalam memberi fondasi yang kuat dalam membentuk kepribadian seseorang. Fondasi agama yang benar bukan terletak pada ritual keagamaan yang dijalankan, tapi lebih mengarah kepada penerapan nilai-nilai moral dan solidaritas kepada sesama. Menyadari akan bahayanya pada saat tawuran bagi diri sendiri dan masyarakat.
Beberapa gagasan untuk mencegah terjadinya tawuran;
a.Membuat program-program persahabatan antarsekolah, terutama sekolah-sekolah yang berdekatan
b.Membangun pos pemantauan dan penjagaan atau pos terpadu di antara sekolah-sekolah yang berdekatan
c.Penanaman moral religi melalui ceramah-ceramah agama yang diadakan di sekolah
d.Memberikan pengertian tentang hukum dan sanksi hukum akibat tawuran
e.Memberikan pengertian kepada para orang tua pelajar agar memberikan pendidikan yang efektif di rumah
f.Mengadakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat
g.Memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan di rumah agar para pelajar lebih disibukkan pada soal pelajaran
h.Dan cara-cara lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar